Menjemput Bola
setelah tiga puluh menit aku memegang telphon...
kemudian aku hubungi ulang nomor dari ibu ummah.
" hallo, bisa bicara dengan ibu ummah? ".
kali ini yang menjawab cewek, mungkin ini ibu ummah.
" ya, saya sendiri".
" apa ini mas endri yang tadi telphon saya? ".
ternyata benar beliau adalah ibu ummah.
rasa jantungku berdebar lebih kencan.
aku seperti sedang akan mengutarakan cinta saja.
namun beliau segera tau bahwa saya endri yang tadi telfon, mungkin belum ada yang menghubungi beliau.
aku seperti pemain bola yang menjemput bola.
entah nanti bola itu akan ada di kakiku atau tidak.
satu dalam benakku " aku harus berusaha ".
kemudian segera aku balas pertanyaan beliau.
" iya bu betul ini endri, yang tadi telphon ibu "
aku berbicara sambil membungkuk.
seolah olah bu ummah sedang ada di hadapanku.
kemudian bu ummah membuka pembicaraan lagi.
" oh ya, kenapa tadi telphon saya ya mas endri ".
mungin dia sudah tau mangsudku namun haya berusaha memastikan saja.
kemudian aku menyampaikan apa yang ingin aku tanyakan.
sebuah kepastian.
" begini bu ummah, saya ingin bertanya soal hasil ujian dua minggu lalu ".
" saya dengar sudah ada yang dapat pengunguman, ada juga yang belum ".
" kalo boleh saya tau, apa saya di terima kerja tidak ya ".
pulsa yang pas-pasan berusaha aku gunakan sebaik mungkin.
aku tidak ingin pembicaraanku putus ditengah-tengah.
kemudian beliau pun memberikanku jawaban.
" sebentar ya mas saya cek dulu ".
" iya bu, terimakasih " jawabku sembari masih membungkuk hormat.
sepertinya ibu ummah membawa pekerjaan kantornya sampai rumah.
tapi syukurlah, kalau tidak maka sia-sia ku menelphonnya sore ini.
ada rasa tidak enak dariku karena merepotkan beliau di luar jam kerjanya.
"hallo " bu ummah memastikanku masih tersambung.
" iya hallo bu ".
" iya mas endri saya mohon maaf ya ".
lemas kakiki mendengar kata maaf dari beliau.
sudah pupus harapanku untuk bekerja di tempat sebesar itu.
namun aku berusaha kuat dan mendengarkan apa yang dikatakan beliau selanjutnya.
" memang benar sudah ada yang di informasikan dan ada yang belum di informasikan ".
" mas endri di terima kerja, dan hari senin sudah bisa ikut orientasi ".
" selamat ya mas, semoga betah kerja di tempat ini ".
betapa gembiranya hatiku mendengar penjelasan beliau.
" iya bu saya pasti betah, dan terimakasih banyak bu atas informasinya ".
" maaf sudah mengganggu ibu di luar jam kerja ibu ".
senang sekali diriku, sampai-sampai aku ingin loncat saja.
" iya mas, sama-sama ".
kemudian akupun ucapkan salam dan menutup telphonnya.
mungkin ini aneh bagi kalian, seorang pelamar kerja bukan menunggu kabar.
justru menjemput kabar tersebut.
namun ini aku lakukan karena aku benar-benar ingin berjuang.
entah aku di terima karena memang aku di terima.
atau kah aku diterima karena aku menanyakannya.
ahirnya mulai di tutupnya telphon tadi.
masa pengangguranku yang hampir satu setengah bulan.
dinyatakan selesai dan di tutup.
aku bebas dari jeratan kata pengangguran.
syukur ku ucapkan pada allah yang begitu sayang padaku.
dan berkali-kali memberiku kenikmatan.
kini aku akan mulai perjuangan baru untuk tujuanku selanjutnya.
pembuktian pada orang itu.
to be continue....
" begini bu ummah, saya ingin bertanya soal hasil ujian dua minggu lalu ".
" saya dengar sudah ada yang dapat pengunguman, ada juga yang belum ".
" kalo boleh saya tau, apa saya di terima kerja tidak ya ".
pulsa yang pas-pasan berusaha aku gunakan sebaik mungkin.
aku tidak ingin pembicaraanku putus ditengah-tengah.
kemudian beliau pun memberikanku jawaban.
" sebentar ya mas saya cek dulu ".
" iya bu, terimakasih " jawabku sembari masih membungkuk hormat.
sepertinya ibu ummah membawa pekerjaan kantornya sampai rumah.
tapi syukurlah, kalau tidak maka sia-sia ku menelphonnya sore ini.
ada rasa tidak enak dariku karena merepotkan beliau di luar jam kerjanya.
"hallo " bu ummah memastikanku masih tersambung.
" iya hallo bu ".
" iya mas endri saya mohon maaf ya ".
lemas kakiki mendengar kata maaf dari beliau.
sudah pupus harapanku untuk bekerja di tempat sebesar itu.
namun aku berusaha kuat dan mendengarkan apa yang dikatakan beliau selanjutnya.
" memang benar sudah ada yang di informasikan dan ada yang belum di informasikan ".
" mas endri di terima kerja, dan hari senin sudah bisa ikut orientasi ".
" selamat ya mas, semoga betah kerja di tempat ini ".
betapa gembiranya hatiku mendengar penjelasan beliau.
" iya bu saya pasti betah, dan terimakasih banyak bu atas informasinya ".
" maaf sudah mengganggu ibu di luar jam kerja ibu ".
senang sekali diriku, sampai-sampai aku ingin loncat saja.
" iya mas, sama-sama ".
kemudian akupun ucapkan salam dan menutup telphonnya.
mungkin ini aneh bagi kalian, seorang pelamar kerja bukan menunggu kabar.
justru menjemput kabar tersebut.
namun ini aku lakukan karena aku benar-benar ingin berjuang.
entah aku di terima karena memang aku di terima.
atau kah aku diterima karena aku menanyakannya.
ahirnya mulai di tutupnya telphon tadi.
masa pengangguranku yang hampir satu setengah bulan.
dinyatakan selesai dan di tutup.
aku bebas dari jeratan kata pengangguran.
syukur ku ucapkan pada allah yang begitu sayang padaku.
dan berkali-kali memberiku kenikmatan.
kini aku akan mulai perjuangan baru untuk tujuanku selanjutnya.
pembuktian pada orang itu.
to be continue....
Alhamdulillah merinding baca nya, ikut tegang saat baca *maaf
ReplyDeleteterimakasih mas adi.
Deletebagaimana sudah membaca cerita sebelumnya belum?
hari ini cerita barunya juga terbit lo.
jiika suka dengan cerita ini tolong di share ya mas.
terimakasih....